Ma’asyiral muslimin
rahimakumullah...
Dari mimbar ini saya serukan pada
diri saya pribadi, serta pada beberapa jama’ah sekalian untuk melindungi,
menjaga serta terus berusaha menambah nilai-nilai taqwa pada Allah semoga kita
selamat di hari pengadilannya. ma’asyiral muslimin rahimakumullah...
Peristiwa-peristiwa nyata yang
dicatat sejarah serta betul-betul dulu berlangsung yakni hancur lebur, musnah
serta lenyapnya eksistensi bangsa zaman dahulu. walau sebenarnya mereka
layaknya dikabar-kan didalam al-qur’an adalah bangsa-bangsa yang kuat, baik
fisiknya ataupun ilmu dan pengetahuannya, layaknya umat nabi nuh alaihissalam,
kaum ad nabi hud alaihissalam kaum tsamud nabi shalih alaihissalam, , kaum
sodom nabi luth alaihissalam kaum nabi syuaib alaihissalam fir’aun dengan
kaumnya nabi musa alaihissalam dan lain-lain. dikarenakan mereka menentang
rasul mereka, bermaksiat pada allah serta rasulnya maka allah menghancurkan
mereka.
Jama’ah
Jum’at yang mulia ...
Begitu pula kekalahan yang diderita di dalam peperangan Uhud, tidaklah Allah Subhannahu wa Ta'ala kaitkan dengan lihainya siasat musuh, akan tetapi Dia kabarkan bahwa sebabnya adalah kesalahan kaum muslimin sendiri.
Sampai saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu, dan kamu bermaksiat (terhadap perintah Rasul).” (Ali Imran: 152).
Maasyiral Muslimin rahimakumullah ...
Itulah musibah atau adzab atau peringatan dari Allah Subhannahu wa Ta'ala untuk umat-umat terdahulu. Lantas apa penyebab musibah kelaparan, kekeringan, kemarau, penyakit pengusiran dan pembunuhan dari musuh yang melanda muslimin. Ternyata semua itu adalah balasan yang ditimpakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala akibat kemaksiatan-kemaksiatan yang kita lakukan. Sebagaimana rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam barsabda:
Begitu pula kekalahan yang diderita di dalam peperangan Uhud, tidaklah Allah Subhannahu wa Ta'ala kaitkan dengan lihainya siasat musuh, akan tetapi Dia kabarkan bahwa sebabnya adalah kesalahan kaum muslimin sendiri.
Sampai saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu, dan kamu bermaksiat (terhadap perintah Rasul).” (Ali Imran: 152).
Maasyiral Muslimin rahimakumullah ...
Itulah musibah atau adzab atau peringatan dari Allah Subhannahu wa Ta'ala untuk umat-umat terdahulu. Lantas apa penyebab musibah kelaparan, kekeringan, kemarau, penyakit pengusiran dan pembunuhan dari musuh yang melanda muslimin. Ternyata semua itu adalah balasan yang ditimpakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala akibat kemaksiatan-kemaksiatan yang kita lakukan. Sebagaimana rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam barsabda:
يَا مَعَاشِرَ الْمُهَاجِرِيْنَ، خَمْسٌ
إِذَا ابْتَلَيْتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوْذُ بِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوْهُنَّ، لَمْ
تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِيْ قَوْمٍ قَطٌّ حَتَّى يُعْلِنُوْا بِهَا إِلاَّ فَشَا
فِيْهِمُ الطَّاعُوْنُ وَاْلأَوْجَاعُ الَّتِيْ لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِيْ
أَسْلاَفِهِمُ الَّذِيْنَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُضُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ
إِلاَّ أُخِذُوْا بِالسِّنِيْنَ وَشِدَّةِ الْمُؤْنَةِ وَجُوْرِ السُّلْطَانِ
عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوْا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقِطْرَ
مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْ لاَ الْبَهَاِئُم لَمْ يُمْطَرُوْا وَلَمْ يَنْقُضُوْا
عَهْدَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ إِلاَّ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهِ عَدُوًّا مِنْ
غَيْرِهِمْ فأَخَذُوْا بَعْضَ ماَ فِيْ أَيْدِيْهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ
أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ وَيَتَخَيَّرُ مِمَّا أَنْزَلَ اللهُ إِلاَّ جَعَلَ
اللهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ.
Wahai
Muhajirin, ada 5 perkara (sebab kehancuran). Jika kalian ditimpa 5 perkara
tersebut dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya;
·
Jika muncul perbuatan
zina pada kaum dan melakukan secara terang-terangan maka akan menyebar di
tengah-tengah mereka wabah tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada
nenek moyang sebelum mereka.
·
Jika mengurangi
takaran dan timbangan maka akan ditimpakan pada mereka paceklik, dan kesusahan
hidup dan kesewenang-wenangan (kedzaliman) para penguasa atas mereka.
·
Jika mereka menahan
zakat harta mereka akan ditahan hujan untuk mereka, seandainya bukan karena
hewan ternak, niscaya tidak akan turun hujan atas mereka.
·
Jika mereka melanggar
perjanjian yang di tetapkan Allah  dan RasulNya melainkan Allah
akan menguasakan musuh-musuh dari luar kalangan mereka atas mereka, lalu
merampas sebagian yang ada di tangan mereka.
·
Selama
pemimpin-peminpin mereka tidak berhukum kepada kitabullah dan memilih yang
terbaik dari yang diturunkan Allah maka Allah akan jadikan musibah di antara
mereka sendiri.” (HR. Ibnu Majah no. 4019 dishahihkan oleh Al-albani di no.106,
dari hadist Abdullah bin Umar).
Maasyiral
Muslimin Rahimakumullah ...
Itulah sebab-sebab kehancuran sebuah negeri, yang kali ini sebab-sebab itu telah melanda di negeri kita ini. Betapa banyak pedagang-pedagang dipasar yang curang dalam menimbang barang, betapa banyak orang yang tidak mau mengeluarkan zakat hartanya bahkan disembunyikan, betapa kekejian dilakukan secara terang-terangan, di televisi, koran, majalah, dan lainnya, sehingga negeri kita dilanda krisis yang berkepanjangan, dan sampai sekarang belum kunjung usai, bahkan informasinya harga akan naik lagi. Jikalau seluruh perbuatan syirik, bid’ah dan segala,kemaksiatan tidak segera kita hentikan dan seluruh umat tidak mau bertaubat tungguhlah saat bencana besar akan menimpa dinegeri tercinta ini (semoga Allah mengampuni kita dan melindungi kita dari adzab yang lebih besar).
Karena itu Ma’asyirol muslimin rahimakumullah ...
Marilah kita hentikan semua perbuatan syirik, bid’ah dan segala macam kemaksitan. Kemudian kita bertaubat kepada Allah  memohon ampun atas segala kemaksiatan yang kita lakukan, yaitu dengan cara:
Itulah sebab-sebab kehancuran sebuah negeri, yang kali ini sebab-sebab itu telah melanda di negeri kita ini. Betapa banyak pedagang-pedagang dipasar yang curang dalam menimbang barang, betapa banyak orang yang tidak mau mengeluarkan zakat hartanya bahkan disembunyikan, betapa kekejian dilakukan secara terang-terangan, di televisi, koran, majalah, dan lainnya, sehingga negeri kita dilanda krisis yang berkepanjangan, dan sampai sekarang belum kunjung usai, bahkan informasinya harga akan naik lagi. Jikalau seluruh perbuatan syirik, bid’ah dan segala,kemaksiatan tidak segera kita hentikan dan seluruh umat tidak mau bertaubat tungguhlah saat bencana besar akan menimpa dinegeri tercinta ini (semoga Allah mengampuni kita dan melindungi kita dari adzab yang lebih besar).
Karena itu Ma’asyirol muslimin rahimakumullah ...
Marilah kita hentikan semua perbuatan syirik, bid’ah dan segala macam kemaksitan. Kemudian kita bertaubat kepada Allah  memohon ampun atas segala kemaksiatan yang kita lakukan, yaitu dengan cara:
·
Kita tegakkan Tauhid
dan kita hancurkan syirik
Allah Subhannahu wa Ta'ala Rabb semesta alam, tidak rela jika disekutukan dan disejajarkan dengan yang lainnya, baik yang disejajarkan malaikat ataupun Nabi. Apalagi yang disejajarkan denganNya itu kayu, batu atau jin atau Nyai Roro Kidul. Allah berfirman:
Sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah Swt, maka janganlah kamu menyeru di dalamnya kepada siapapun disamping Allah.” (Al-Jin: 18)
Artinya, suatu bangsa jika ingin selamat haruslah bertauhid kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , sehingga budaya-budaya syirik seperti: Perdu-kunan, paranormal, petik laut, pengisian kekebalan dan sebangsa-nya harus di berantas sampai keakar-akarnya. Dan diganti dengan kehidupan ibadah kepada Allah semata.
Allah Subhannahu wa Ta'ala Rabb semesta alam, tidak rela jika disekutukan dan disejajarkan dengan yang lainnya, baik yang disejajarkan malaikat ataupun Nabi. Apalagi yang disejajarkan denganNya itu kayu, batu atau jin atau Nyai Roro Kidul. Allah berfirman:
Sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah Swt, maka janganlah kamu menyeru di dalamnya kepada siapapun disamping Allah.” (Al-Jin: 18)
Artinya, suatu bangsa jika ingin selamat haruslah bertauhid kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , sehingga budaya-budaya syirik seperti: Perdu-kunan, paranormal, petik laut, pengisian kekebalan dan sebangsa-nya harus di berantas sampai keakar-akarnya. Dan diganti dengan kehidupan ibadah kepada Allah semata.
·
Taat pada Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
كُلُّ
أُمَّتِيْ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى، قَالُوْا: يَا َرُسْولَ
اللهِ وَمَنْ يَأْبَى: قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِيْ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ
عَصَانِيْ فَقَدْ أَبَى.
Setiap
umatku akan masuk Surga kecuali yang tidak mau. Ada sahabat bertanya: “siapa
yang tidak mau itu Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku ia
akan masuk Surga. Dan siapa yang durhaka kapadaku ia masuk Neraka.” (HR.
Al-Bukhari).
·
Loyal kepada Allah
dan RasulNya dan Bara’ (permu-suhan) kepada musuh-musuh Allah dan RasulNya.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
Kamu (Muhammad tidak akan mendapati suatu kaum (bangsa) yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin hubungan kasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun mereka adalah bapak-bapaknya,anak-anaknya, saudara-saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang telah Allah tanamkan keimanan kedalam hati-hati mereka dan Allah dukung mereka dengan pertolongan dariNya, dan Allah masukkan mereka kedalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya .Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa golongan Allah pasti menang.” (Al-Mujadalah: 22).
Jika suatu bangsa dapat dibimbing untuk memahami, mengimani dan menegakkan tiga perkara sederhana tersebut tadi, InsyaAllah bangsa itu akan menjadi bangsa yang jaya . Jaminan akhirnya adalah Surga dan jaminan dunianya adalah kehidupan yang tentram.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
Kamu (Muhammad tidak akan mendapati suatu kaum (bangsa) yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin hubungan kasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun mereka adalah bapak-bapaknya,anak-anaknya, saudara-saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang telah Allah tanamkan keimanan kedalam hati-hati mereka dan Allah dukung mereka dengan pertolongan dariNya, dan Allah masukkan mereka kedalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya .Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa golongan Allah pasti menang.” (Al-Mujadalah: 22).
Jika suatu bangsa dapat dibimbing untuk memahami, mengimani dan menegakkan tiga perkara sederhana tersebut tadi, InsyaAllah bangsa itu akan menjadi bangsa yang jaya . Jaminan akhirnya adalah Surga dan jaminan dunianya adalah kehidupan yang tentram.